Pergumulan yang berat setelah melahirkan bagiku adalah ketika masa cuti 3 bulan ku habis dan aku harus kembali ke dunia kerja dan itu artinya pengasuhan Nathan selama jam kerja tersebut total aku serahin ke Babysitternya ‘Sartiyah’, Meski aku bersyukur dapat pengasuh yang baik tapi terus terang aku takut, jealous sewaktu menyadari kalo si Iyah punya lebih banyak kesempatan bersama Nathan. Aku takut ketika memikirkan bahwa setiap perkembangan dan pertumbuhan Nathan, Si Iyah yang lebih dulu tahu dari pada aku, apalagi sewaktu temen kantorku punya pengalaman sewaktu anaknya sakit yang dicari susternya bukan mamanya, dan aku pun semakin menjadi takut.
Kerja …, Berhenti … , Kerja … , Berhenti … itu terus yang aku pikirin, aku tanya pendapat Fonso, Kalo Fonso sih malah seneng banget aku ga kerja, “terserah kamu”, kata Fonso… justru itu yang berat terserah aku… tp kalo aku berhenti … mmm pasti tidak menyenangkan kebayang dibenakku foto diriku pake daster, muka berminyak, rambut dikucir satu mulu, malas mandi kalopun mandi di rapel wuuuiiiiihhhh (itu adalah gambaran diriku sewaktu cuti habis melahirkan :b )
Aku baca sebuah buku judulnya ‘Kekasihku Setelah Pernikahan’ disitu ada dibahas mengenai pergumulan ibu bekerja yang memiliki anak. Dan aku sedang mencoba untuk mengikuti saran dari buku itu. Yang penting Kualitas kedekatan dengan anak percuma kuantitas banyak tp tidak dekat dengan anak.
Dan seiring waktu aku sudah agak PD dengan kondisi spt ini, aku bekerja dan selama aku bekerja Nathan bersama Sartiyah. Pulang kerja, Hari libur otomatis segala keperluan Nathan aku yang handle (tp tetap dibantu si iyah tentunya :) )
Lucunya, sekarang Nathan kan udah 10 bulan, udah kenal orang, dia udah tahu mana Mama-nya, mana Suster-nya, Mana Aunti-nya, jadi kalo aku pulang kantor begitu dengar suaraku dia langsung nyari, langsung minta digedong ama aku, senengnya ga terungkapkan. Kalo udah di gedong kolokannya muncul, kepalanya langsung bersandar didadaku dan ga mau diturunkan. Ternyata ketakutan dan jealousku ama iyah kemaren2 ga beralasan ….